Rab, 12 Jun 2024

Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Limbah Ternak Untuk Pembuatan Pupuk Organik.

Tabloid_PressInd, TUBAN I Program ini merupakan tindak lanjut dari FGD (Focus Group Discussion) yang telah dilakukan antara mahasiswa KKN PAR IX IAI Al Hikmah Tuban bersama masyarakat desa Tawaran pada 18 Agustus 2021.

Dalam FGD telah disepakati bersama bahwa kelangkaan pupuk dan tingginya harga pupuk kimia menjadi problem utama yang harus dicarikan pemecahannya. Sebagaimana diketahui bahwa masyarakat Desa Tawaran hampir 90% bermata pencaharian sebagai petani. Namun tak sedikit juga dari petani tersebut yang memiliki ternak sapi. Sapi pernah menjadi ikon desa Tawaran pada tahun 2018. Hal ini karena baiknya produktivitas sapi di desa Tawaran.

Salah satu alternatif solusi yang ditawarkan untuk mengatasi kelangkaan pupuk adalah pembuatan pupuk organik melalui pengolahan limbah ternak sapi, baik limbah cair maupun limbah padatnya.

Peserta mempratekkan pembuatan popok organik dengan bahan baku kotoran hewan

Pada hari ini, Sabtu, 21 Agustus 2021, kegiatan ini berhasil direalisasikan dan disambut antusias oleh warga desa Tawaran yang hadir dalam pelatihan tadi pagi jam 10.00 WIB.

“Pass sekali, saya senang ada pelatihan seperti ini, Karena banyaknya limbah peternakan yang belum terolah di Desa Tawaran ini dan bisa mencemari lingkungan sekitar sehingga perlu dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organik. “Tegas Hambali.

Sosialisasi dan pelatihan ini disampaikan oleh nara sumber Lia Nur Aini Ketua Prodi budi daya ternak politeknik pertanian dan peternakan dan juga sebagai dokter hewan praktik mandiri ikatan dinas Peternakan dan perikanan Kabupaten Bojonegoro.

Melalui pelatihan ini diharapkan dapat mengatasi kelangkaan pupuk yang dikeluhkan warga Tawaran. Selain itu juga dapat meningkatkan kapasitas petani desa Tawaran dalam pembuatan pupuk organik secara mandiri melalui pengolahan limbah ternak sapi.

Wartawan : Novianita Sari

image_pdf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*