Rab, 15 Jul 2026

BERSIH DESA SEBAGAI WUJUD  NGURI-GURI BUDAYA JAWA 

Perangkat Desa, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintahan melaksanakan doa bersama (foto:dok)

 

PRESISIINDO_NGAWI | Tradisi bersih desa merupakan salah satu upaya nguri-uri (melestarikan) budaya Jawa yang hingga kini tetap dijaga kesakralannya. Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah berjasa dalam terbentuknya sebuah desa.

Seperti yang dilakukan masyarakat Dusun Baron, Desa Jatipuro, pada Jumat, 5 Juni 2026. Sejak pagi hari, warga melaksanakan selamatan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan kesehatan, kemakmuran, serta kerukunan yang dirasakan oleh masyarakat Desa Jatipuro.

Rangkaian kegiatan diawali dengan selametan yang dilaksanakan di makam Dusun Baron. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pertunjukan Langen Beksan yang bertempat di rumah Kepala Dusun Baron.

Perangkat Desa foto bersama sebelum acara selesai (foto: dok)
Perangkat Desa foto bersama sebelum acara selesai (foto: dok)

Kepala Desa Jatipuro, Bambang, berharap tradisi bersih desa dapat terus dilestarikan oleh generasi penerus. Menurutnya, tradisi tersebut merupakan warisan budaya yang memiliki nilai luhur dan harus tetap dijaga agar tidak tergeser oleh pengaruh budaya asing.

“Semoga generasi muda terus menjaga dan melestarikan tradisi bersih desa sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya Jawa,” ujar Bambang.

Wartawan: Margono
Editor: A Febri TH
image_pdf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*