Ming, 16 Jun 2024

Kadin Pertanian : Saatnya Mengembalikan Kejayaan Petani Tembakau Ngawi

Tabloid_Pressaind, NGAWI I Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi gelar kegiatan Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Petani di Kecamatan dan Desa, bertema “Temu Usaha Petani Tembakau” yang berlangsung tanggal 15-17 November 2021 di Kurnia Convention Hall Jl. Soekarno Ngawi.

Diharapkan, melalui kegiatan ini petani bisa lebih memperhatikan standat budidaya yang baik dengan menerapkan Good Agriculture Practices (GAP). “Pada hari ini Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi mengadakan pertemuan usaha petani tembakau, harapannya kita ingin kembali seperti dulu petani tembakau dikabupaten Ngawi pada tahun 1994 pernah jaya.” Kata Supardi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi kepada Wartawan Tabloid Presisi Indonesia. Selasa (16/11/2021).

lebihlanjut Kadin Pertanian mengatakan, Petani harus aktif jemput bola agar bisa mendapatkan pendampingan. Karena dalam setiap gerak seorang petani, pendamping itu harus ada.”Dulu tahun 1994 itu kita pernah jaya, jadi tembakau kalau musim kemarau dingawi itu begitu banyak petani tembakau sehingga kita bisa jaya karena pemasarannya dulu itu banyak, nah lambat laun itu pemasarannya semakin berkurang jadi orang yang mau membeli tembakau dingawi itu seperti perusahaan-perusahaan rokok semakin lama semakin berkurang, pada akhirnya akhir-akhir ini dingawi itu sudah tidak ada pengepul tembakau.” Jelasnya.

Tentunya masukan-masukan yang diberikan oleh para petani tembakau disini nantinya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi sehingga nanti bisa melahirkan sebuah kebijakan bagi petani tembakau. “Harapannya dengan diadakannya temu usaha ini kita mengundang narasumber dari Djarum Kudus dan sebagainya itu harapannya kedepan bisa, paling tidak kembali lagi lah kita mengembalikan impian yang bahwa tembakau di ngawi itu pernah jaya.” Ujarnya.

Petani juga harus bisa melakukan analisa usaha pertaniannya. Demi mendukung hal tersebut, petani bisa melakukan inovasi, terlebih ke depan pihak pabrikan mengharapkan agar petani sudah mampu menggunakan mesin rajangan karena hasilnya cepat kering, keseragaman, bersih dan kualitasnya bagus. “Harapan kami memang sesuatu itu harus ada endingnya, endingnya kalau kita menanam pasti ada yang membeli harapannya itu. Nah ditemu usaha ini insha Allah nanti di Ngawi sudah ada yang membeli lagi harapannya ya kalau musim kemarau bisa menanam tembakau lagi.” Pungkasnya.

Wartawan: Fatkhul Muanam

image_pdf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*