Sab, 25 Apr 2026

GP ANSOR NGAWI DESAK PEMKAB SEGERA CAIRKAN DANA BOSDA UNTUK MADRASAH DINIYAH

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Ngawi Helmi Masulin (Gus Ulin) ( foto:dok)

PRESSINDO_NGAWI | Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Ngawi mendesak Pemerintah Kabupaten Ngawi agar segera mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) bagi Madrasah Diniyah (Madin) yang hingga kini belum juga terealisasi.

Ketua PC GP Ansor Ngawi, Gus Ulin, menegaskan bahwa Madrasah Diniyah bukan sekadar lembaga pendidikan alternatif, melainkan benteng moral dan spiritual masyarakat. Menurutnya, keterlambatan pencairan dana BOSDA berpotensi mengganggu proses pembelajaran sekaligus mengancam kesejahteraan para guru Madin yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan keagamaan di tingkat akar rumput.

“Pemerintah harus hadir secara nyata. Jangan biarkan Madin berjalan terseok-seok karena dana yang tak kunjung cair. Ini bukan soal angka, tapi soal komitmen terhadap masa depan moral bangsa,” tegas Gus Ulin dengan nada penuh keprihatinan. Senin (06/10/2025).

Lebih lanjut, Ansor Ngawi menilai bahwa dukungan terhadap Madrasah Diniyah tidak hanya berbicara soal anggaran, tetapi juga menyangkut komitmen ideologis dan tanggung jawab konstitusional dalam memperkuat pendidikan karakter serta nilai-nilai keagamaan yang moderat. Di tengah derasnya arus globalisasi nilai, Madin disebut sebagai garda terdepan dalam membentuk generasi berakhlak, toleran, dan berjiwa kebangsaan.

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, GP Ansor Ngawi juga menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan Pemkab Ngawi dalam melakukan pendataan, verifikasi, dan pengawasan terhadap lembaga Madin penerima BOSDA. Hal ini dilakukan agar penyaluran dana benar-benar tepat sasaran, adil, dan berkelanjutan

“Kami ingin memastikan bahwa setiap Madin yang sah dan aktif benar-benar mendapat haknya, sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak boleh ada yang tercecer atau diabaikan,” tambah Gus Ulin.

Desakan ini, menurut Ansor, bukan tanpa dasar. Di berbagai daerah, Madrasah Diniyah terbukti memiliki peran strategis dalam menopang pendidikan formal melalui penguatan akidah, akhlak, dan wawasan keislaman yang ramah terhadap perbedaan. Oleh karena itu, menjaga keberlangsungan Madin berarti menjaga karakter dan arah moral generasi muda bangsa.

Dengan pernyataan sikap yang tegas ini, PC GP Ansor Ngawi berharap Pemerintah Kabupaten Ngawi segera mengambil langkah konkret dan responsif. “Pendidikan keagamaan tidak boleh dibiarkan berjalan di tempat hanya karena urusan administratif yang tak kunjung tuntas,” pungkasnya.

Wartawan: Abdul Ghofar 
Editor: A Frebi TH
image_pdf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*