Ming, 14 Jul 2024

Capaian PBB Di Ngawi Capai 90,30 Persen

TABLOID_PRESSIND, NGAWI I Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Ngawi diperpanjang hingga 30/11. Sampai saat ini, realisasi pembayaran mencapai Rp. 27 Miliar targetnya Rp. 30 Miliar.

Kepala Bidang Pengelolaan, Pendapatan Daerah (P2D) Badan Keuangan Kabupaten Ngawi Ahmad Arwan Arifiyanto mengatakan, Untuk PBB realisasi sampai dengan hari ini dari target Kabupaten Ngawi Rp. 30.034.692.657 sudah terealisasi sampai hari ini Rp. 27.086.369.417 jika dipersentase sekitar 90,30 persen.

“Kalau permasalahan pbb memang cukup pasif di desa terutama terkait wajib pajak, untuk pbb sendiri dari pajak daerah ada 11 jenis khusus untuk pbb ini dalam pemungutannya sesuai sk bupati kita serahkan kepada kepala desa sebagai petugas pemungut, dan camat selaku koordinator,” ujarnya. Kamis 26/10/23.

Arwan menyampaikan, Selama ini kita koordinasi dengan pihak Desa itu terkait dengan permasalahan wajib pajak yang punya obyek akan tetapi tidak berdomisili ditempat.

“Sehingga sulit untuk dihubungi, kemudian permasalahan di desa biasanya masyarakat itu terkait pbb alasannya menunggu panen atau bakal panen dan di akhir tahun biasanya terealisasi,” bebernya.

Arwan menjelaskan, Untuk jatuh tempo sendiri sesuai SPPT itu tertanggal 30/10 karena kondisinya saat ini kemarau panjang banyak masyarakat panennya terganggu sehingga kita mengajukan perpanjangan jatuh tempo PBB ini sampai dengan 30/11.

“Terkait dengan target sampai dengan hari ini kita sudah 90,30 persen, insya allah nanti sampai akhir tahun bisa tercapai,” ungkapnya.

Sekretaris Badan Keuangan Ngawi Agus Sutopo kepada Kantor Berita PresInd.com mengatakan, Memang ada beberapa faktor penyebab, dalam pemungutan PBB kita melibatkan beberapa pihak terutama Kepala Desa dan Perangkat yang faham wilayah dalam pemungutannya kita serahkan ke pihak desa.

“Selama ini dari kepala desa selaku petugas pemungut biasanya mereka mendelegasikan pemungutannya kepada kasun, ada juga kasun melalui rt, yang artinya pengumungutan secara berjenjang,” bebernya.

Agus menambahkan, Pembayarannya sendiri kita memang sudah memberikan kemudahan untuk memperluas channel pembayaran. Selama ini hanya di loket bank jatim, sekarang bisa di marketplace.

“Sampai dengan hari ini kita sudah bisa melakukan pembayaran lewat 4 market, Indomaret, alfamart, tokopedia sama gopay. Kedepannya akan kita kembangkan lagi.” pungkasnya.

Wartawan: Fatkhul Muanam

image_pdf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*