Sen, 27 Apr 2026

PROGRAMKAN LITERASI MEDIA, WIWIEKO KEMBALI PIMPIN PWI TULUNGAGUNG

Pelantikan PWI Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (26/5/2025). (foto:dok)

PRESSINDO_TULUNGAGUNG | Wiwieko Dharmaidiningrum resmi kembali memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tulungagung untuk masa bakti 2025–2028. Pelantikan pengurus dilakukan oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jawa Timur, Machmud Suhermono, pada Senin (26/5/2025), di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Tulungagung. Acara ini dihadiri oleh Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta sejumlah tokoh dari KPU, Bawaslu, dan BNN Tulungagung.

Dalam sambutannya, Wiwieko menyampaikan bahwa PWI Tulungagung ke depan tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas wartawan, tetapi juga akan mendorong pelatihan kewirausahaan. Hal ini sebagai bentuk respon atas tantangan industri media yang kian sulit dan gelombang PHK yang terjadi di berbagai media massa. Menurutnya, wartawan perlu memiliki penghasilan tambahan agar tetap bertahan secara mandiri.

Selain itu, PWI Tulungagung juga akan menggiatkan program literasi media kepada masyarakat, khususnya kepada kepala desa, kepala sekolah, dan siswa. Wiwieko menilai literasi media penting untuk membekali masyarakat dalam memahami cara kerja pers, sekaligus membedakan antara wartawan profesional dan oknum yang menyalahgunakan profesi. Program ini menjadi salah satu prioritas yang juga didorong oleh PWI Jatim.

Machmud Suhermono dalam arahannya menekankan pentingnya peran aktif PWI dalam menyampaikan pemahaman bermedia yang benar kepada publik. Ia berharap PWI Tulungagung dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi terkait hak jawab, penyikapan terhadap berita negatif, hingga pemahaman tentang aspek hukum seperti Undang-Undang ITE.

Sementara itu, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mengapresiasi kinerja PWI Tulungagung dan mendukung penuh program literasi media yang diusung. Ia bahkan berharap PWI bisa menjadi narasumber dalam kegiatan Pemkab yang melibatkan kepala desa dan sekolah. Menurutnya, banyak dari mereka yang masih merasa takut atau bingung saat berhadapan dengan media, sehingga diperlukan edukasi bersama antara pemerintah daerah, PWI, dan aparat penegak hukum.

Wartawan: Abdul Ghofar 
Editor: A Febri TH
image_pdf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*