PRESSINDO_NGAWI | Korps PMII Putri (KOPRI) PMII Komisariat STAIM Ngawi telah sukses menyelenggarakan Sekolah Islam Gender (SIG) Ke II 2026 pertempat di Gedung MA Simo, Kendal Ngawi dengan mengusung tema “Islam Berkeadilan: Islam Berbasis Gerakan Intelektual Kader Menghadapi Tantangan Gender Masa Kini.” Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen KOPRI dalam memperkuat kapasitas kader agar memiliki perspektif yang kritis, progresif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam dalam menyikapi berbagai persoalan gender.
Erikha Masya Nur Fadilah Selaku Ketua Kopri PK PMII STAIM Kendal Ngawi, saat ditemui awak wartawan presisi indonesia.com menyampaikan bahwa Sekolah Islam Gender bukan sekadar agenda kaderisasi, melainkan ruang untuk membangun kesadaran intelektual kader agar mampu membaca realitas sosial secara utuh.
“Isu gender tidak dapat dipahami hanya sebagai persoalan perempuan, tetapi merupakan bagian dari upaya menghadirkan keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan sebagaimana diajarkan dalam Islam” ujarnya, Minggu (21/06/2026).
Ia menambahkan Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi, berdiskusi, dan melakukan refleksi bersama mengenai berbagai tantangan yang dihadapi perempuan maupun masyarakat dalam konteks sosial, pendidikan, dan organisasi. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kader PMII memiliki semangat yang besar untuk terus belajar dan mengembangkan kapasitas diri.
“Kami berharap Sekolah Islam Gender tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi titik awal lahirnya kader-kader yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam yang berkeadilan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, KOPRI PMII Komisariat STAIM Ngawi berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang kaderisasi yang berkualitas sebagai ikhtiar membentuk kader yang berintegritas, berwawasan luas, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan.
“Bergerak bersama, berpikir kritis, dan mengabdi untuk mewujudkan Islam yang berkeadilan.” Pungkasnya.
Wartawan: Abdul Ghofar Editor: A Febri TH

