PRESSINDO_NGAWI | Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Ngawi terus berjalan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengentaskan kemiskinan ekstrem. Tahun ini, program tersebut menargetkan pembangunan 215 unit rumah baru dengan progres pelaksanaan yang telah mencapai sekitar 30 persen.
Di Desa Rejuno, bantuan RTLH disambut baik oleh masyarakat penerima manfaat. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Rejuno, Supriyanto, menjelaskan bahwa bantuan dari Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) sebesar Rp. 20 juta per unit.
“Dana tersebut dialokasikan sebesar Rp 17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp 2,5 juta untuk biaya upah tukang”, katanya, Sabtu (20/06/2026).

Lebih lanjut, Supriyanto menyampaikan bahwa salah satu penerima bantuan RTLH, Sukar, warga Dusun Karanganyar RT 01 RW 03, saat ini progres pembangunan rumahnya telah mencapai sekitar 75 % dan hampir selesai. Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga tuntas sehingga rumah tersebut segera dapat ditempati dengan nyaman oleh keluarga penerima manfaat.
“Alhamdulillah progres pembangunan rumah Sukar sudah mencapai 75 %. Semoga pengerjaannya segera selesai dan nantinya dapat digunakan dengan nyaman serta memberikan manfaat bagi keluarga,” ujar Supriyanto.
Melalui program RTLH ini, pemerintah berharap masyarakat yang sebelumnya menempati rumah kurang layak dapat memiliki hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman. Program tersebut juga menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Ngawi.
Wartawan: Margono Editor: A Febri TH

