Ming, 23 Jun 2024

Jelang Puncak Hujan BPBD Ngawi Apel Siaga Bencana

TABLOID_PRESSIND, NGAWI I Sedikitnya 350 pasukan yang terdiri dari BPBD, TNI/Polri, Satpol PP Damkar, Dihub, hingga relawan bencana mengikuti Apel Siaga Bencana Tahun 2023 di Taman Candi Ngawi.

Apel dipimpin oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan Hadir dalam apel kesiapan antisipasi bencana ini, BPBD Kabupaten Ngawi, Forkopimda dan Kepala OPD serta anggota TNI/POLRI, dan juga relawan tanggap bencana. Kamis (30/11/2023).

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengetakan, Apel Siaga Bencana 2023 merupakan suatu forum kegiatan antar lembaga pemerintah, non pemerintah, masyarakat dan lembaga usaha untuk kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

“Kegiatan ini juga sebagai sarana untuk mengumpulkan kapasitas daerah, sarana dan prasarana logistik termasuk sumber dana dari berbagai unsur, untuk menguji kemampuan dan ketrampilan dalam memobilitasi sumber daya serta pengoperasian sarana dan prasarana penanggulangan bencana,” Katanya.

Dirinya berharap, apel siaga bencana ini bukan hanya kegiatan seremonial belaka, tetapi merupakan manifestasi kesiapan Pemerintah Daerah, TNI, Polri maupun berbagai komponen masyarakat dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan apabila terjadi bencana.

“Kita semua menyadari, bahwa bencana alam memang tidak dapat ditolak. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana upaya kita semua untuk dapat meminimalisir dampak yang mungkin terjadi akibat bencana tersebut atau yang biasa disebut dengan mitigasi bencana,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Bupati, hendaknya pihak-pihak terkait dapat memberikan berbagai informasi kepada warga, khususnya masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana. Sehingga masyarakat akan memahami apa-apa yang harus dilakukan, apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.

Lebih jauh Bupati menjelaskan, yang perlu dipersiapkan sebagai bentuk antisipasi meliputi pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan, kerugian, dan sumber daya, penentuan status keadaan darurat bencana serta penyelamatan dan pemulihan sarana prasarana vital yang ada.

“Semua pihak tidak boleh lengah dengan kondisi ini, sekalipun berada pada kondisi aman,  namun perlu mengantisipasi melalui penyusunan rencana penanggulangan bencana yang baik (good disaster management plan) sebagai bentuk upaya pencegahan dan mitigasi bencana,” pungkasnya.

Wartawan : Abdul Ghofar

image_pdf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*