Jum, 29 Mei 2026

SEMARAK BERSIH DESA DUNGMIRI, LANGEN BEKSAN MERIAHKAN TRADISI TAHUNAN

Prosesi Bersih Desa Dungmiri berlangsung meriah dan penuh khidmat (foto:dok)

PRESSINDO_NGAWI | Tradisi bersih desa di Desa Dungmiri berlangsung meriah dan penuh khidmat pada Senin (25/5/2026). Kegiatan yang menjadi warisan budaya turun-temurun tersebut dipusatkan di balai desa dengan menggelar selamatan bersama sebagai wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Warga dari berbagai dusun tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Suasana kebersamaan dan gotong royong begitu terasa saat masyarakat berkumpul mengikuti doa bersama dan menikmati hidangan selamatan yang telah dipersiapkan secara swadaya.

Tidak hanya di balai desa, prosesi selamatan juga dilaksanakan di sejumlah tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat, seperti punden makam serta petilasan para leluhur desa. Di lokasi tersebut, warga memanjatkan doa bersama sekaligus mengenang jasa para pendahulu yang diyakini telah membuka dan membangun Desa Dungmiri sejak dahulu.

Sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal, masyarakat turut menghadirkan hiburan tradisional Langen Beksan. Kesenian tradisional tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang hadir dan menambah semarak suasana bersih desa. Penampilan seni budaya itu sekaligus menjadi bentuk nyata upaya masyarakat dalam nguri-uri budaya daerah agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Kepala Desa Dungmiri, Sri Kasianto, mengatakan bahwa tradisi bersih desa rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur yang harus terus dijaga keberlangsungannya

“Dengan syukuran ini, masyarakat Dungmiri selalu melaksanakan bersih desa setiap tahun guna menjaga dan menguri-uri budaya daerah yang ditinggalkan para pendahulu, serta menjaga agar tradisi ini tetap dilaksanakan setiap tahun,” ujar Sri Kasianto.

Ia juga mengajak generasi muda untuk ikut berperan aktif menjaga dan melestarikan budaya daerah agar tidak tergerus pengaruh budaya luar.

“Kami berharap generasi muda tetap mencintai budaya sendiri dan ikut menjaga kelestariannya agar tidak tergeser oleh tradisi Barat,” tambahnya.

Tradisi bersih desa sendiri menjadi salah satu simbol kebersamaan masyarakat Desa Dungmiri. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan tersebut juga mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Wartawan: Margono 
Editor: A Febri TH
image_pdf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*