PRESSINDO_NGAWI | Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, meninjau kondisi saluran air di kawasan Pasar Karangjati, Kabupaten Ngawi, menyusul keluhan pedagang dan masyarakat mengenai endapan tanah serta sampah yang selama ini menghambat aliran air.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut setelah pelaksanaan Gerakan Langit Biru Partai Demokrat yang digelar pada Jumat (10/7). Dalam kegiatan itu, dilakukan aksi sosial membersihkan saluran air di sekitar pasar sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Saat berdialog dengan pedagang dan pengelola pasar, Emil Dardak menerima berbagai aspirasi terkait kondisi saluran yang telah lama mengalami pendangkalan.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan usulan normalisasi saluran sebenarnya telah disampaikan sejak lama namun hingga kini belum terealisasi.
“Keluhan ini sudah lama kami mengusulkan agar dilakukan normalisasi saluran, tetapi sampai sekarang masih menjadi persoalan,” ujar Ony
Menanggapi aspirasi tersebut, Emil Dardak menyatakan akan mengusulkan normalisasi saluran dalam waktu dekat agar persoalan yang dikeluhkan masyarakat segera mendapat penanganan.

“Dalam waktu dekat, saluran ini akan kami usulkan untuk dilakukan normalisasi sehingga aliran air kembali lancar dan tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat maupun pedagang, sering usulan untuk normalisasi tapi semua tanggung jawab dari pemerintah pusat” kata Emil Dardak.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut jajaran Pemerintah Kabupaten Ngawi, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ngawi, Bupati Ngawi, Dinas Pasar, Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam), kepala desa setempat, anggota DPRD dari Partai Demokrat, para simpatisan Partai Demokrat, serta masyarakat Desa Legundi.
Masyarakat berharap usulan normalisasi saluran dapat segera direalisasikan sehingga permasalahan pendangkalan dan penumpukan sampah di kawasan Pasar Karangjati dapat teratasi serta aktivitas perdagangan berlangsung lebih nyaman dan aman, terutama saat musim hujan.
Wartawan: Margono Editor: A Febri TH

