PRESSINDO_NGAWI | Sebanyak 41 peserta yang terdiri dari perwakilan provinsi, kabupaten, kecamatan, desa, kelompok tani, organisasi non-pemerintah (NGO), dan kelompok masyarakat menghadiri workshop desiminasi hasil penilaian kerentanan iklim sektor pertanian di Kabupaten Ngawi. Acara yang berlangsung di Hallroom Notosuman ini fokus pada penyebaran informasi iklim tingkat desa kepada produsen padi lokal, khususnya terkait potensi kekeringan, banjir, dan perubahan kelembaban.
Para peserta yang hadir meliputi 10 orang dari Gabungan Kelompok Tani Kecamatan Kasreman, 5 orang perwakilan pemerintah, 10 orang perwakilan NGO/OMS, Kepala Desa Jatirejo, serta 15 anggota dari Kelompok Petani Perempuan Sri Sendani dan Srikandi Jati.
Manager Program Veggy, Regina, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi iklim yang spesifik dan bermanfaat langsung bagi petani padi di tingkat desa. Menurutnya, informasi ini merupakan hasil dari pemodelan tanaman yang lebih akurat dan pemahaman mendalam mengenai kerentanan iklim.
Ketua Kelompok Petani Perempuan, Suyatun, menyampaikan harapannya agar informasi yang diperoleh dalam workshop ini dapat membantu petani mengambil langkah-langkah yang lebih tepat dalam mengelola risiko dan meningkatkan produktivitas panen padi.
Workshop ini dapat terselenggara berkat dukungan dari Head of Embassy Fund New Zealand dan Irish AID, yang menunjukkan komitmen mereka terhadap peningkatan kapasitas petani dalam menghadapi dampak perubahan iklim di tingkat akar rumput. Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan sektor pertanian di Kabupaten Ngawi.
Wartawan: Abduul Ghofar Editor: A Febri TH

