PRESSINDO_NGAWI | Kelangkaan pupuk bersubsidi jenis ZA mulai dirasakan oleh para petani di sejumlah kelompok tani. Saat ini, pupuk yang tersedia di tingkat kelompok Tani yang ada di Kabupaten Ngawi hanya jenis urea dan phonska, sementara pupuk ZA yang sangat dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan tanaman sulit didapatkan.
Kondisi ini dikeluhkan oleh para petani karena pupuk ZA memiliki peran penting, khususnya dalam memenuhi kebutuhan unsur hara sulfur bagi tanaman. Tanpa ketersediaan pupuk ZA, petani khawatir hasil panen tidak maksimal.
Salah satu anggota kelompok tani mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir distribusi pupuk ZA tidak lancar. “Yang ada di kelompok tani hanya urea dan phonska. ZA sudah lama kosong, padahal kami sangat membutuhkan,” ujarnya, Kamis (23/04/2025).
Kelangkaan ini juga berdampak pada meningkatnya kekhawatiran petani terhadap biaya produksi. Jika pupuk ZA harus dibeli di luar jalur subsidi, harga yang lebih tinggi tentu akan menambah beban petani.
Pihak kelompok tani berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan tersebut. Distribusi pupuk bersubsidi diharapkan dapat kembali normal agar kebutuhan petani terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga.
Dengan kondisi ini, petani berharap adanya perhatian serius dari pemerintah agar kelangkaan pupuk ZA tidak berlangsung lama, sehingga sektor pertanian tetap berjalan optimal dan kesejahteraan petani dapat terjamin.
Wartawan: Abdul Ghofar Editor: A Febri TH

