Sen, 15 Jun 2026

PENGUATAN BUDIDAYA IKAN NGAWI MENUJU KETAHANAN PANGAN DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Sarasehan Pembudidaya Ikan Kabupaten Ngawi (foto:dok)

PRESSINDO_NGAWI | Sarasehan Pembudidaya Ikan Kabupaten Ngawi digelar pada Senin, 17 November 2025, di Nata Azana Hotel Ngawi dengan diikuti 100 peserta yang terdiri dari penyuluh perikanan, dinas terkait, serta para pembudidaya ikan (Pokdakan). Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa oleh Misbahul Munir, kemudian dilanjutkan penyampaian sukses story dari Pokdakan Enggal Mulyo yang berbagi pengalaman terkait peningkatan produktivitas budidaya ikan. Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Ngawi, Eko Yudo Nurcahyo, dalam laporannya menyampaikan potensi besar perikanan daerah, tantangan yang dihadapi pembudidaya, serta pentingnya penguatan teknologi, kelembagaan, dan pemasaran guna mendorong kemajuan sektor perikanan.

Wakil Bupati Ngawi, Dr. Dwi Rianto Jatmiko, secara resmi membuka kegiatan dan memberikan beberapa arahan strategis bagi para pembudidaya. Ia menyoroti pentingnya upaya bersama untuk menekan biaya produksi terutama terkait akses pakan, penguatan kelembagaan Pokdakan, perbaikan kualitas budidaya hingga pasca panen, serta pengembangan produk turunan agar memiliki nilai tambah. Wabup juga menegaskan perlunya keseimbangan antara pembesaran dan pembenihan untuk memenuhi kebutuhan benih lokal serta optimalisasi potensi perikanan daerah selaras dengan kebijakan perizinan yang berlaku. Pada kesempatan tersebut, diberikan pula penghargaan kepada Pokdakan Enggal Mulyo Abadi sebagai kelompok terbaik kategori pembesaran dan Pokdakan Japritan I sebagai kelompok terbaik kategori pembenihan, yang masing-masing menerima uang pembinaan Rp1.000.000.

Memasuki sesi materi, Ita Marita dari Bappeda Ngawi memaparkan bagaimana sektor perikanan berkontribusi terhadap pencapaian Asta Cita Kabupaten Ngawi, termasuk dalam mendukung ketahanan pangan dan penurunan angka kemiskinan. Ia menyampaikan bahwa produksi perikanan Ngawi tahun 2024 mencapai 4.472,037 ton dengan komoditas unggulan meliputi lele, patin, gurami, dan nila. Saat ini terdapat 188 Pokdakan aktif di Kabupaten Ngawi, namun sejumlah permasalahan masih perlu mendapat perhatian, seperti rendahnya konsumsi ikan masyarakat, akses permodalan yang terbatas, menurunnya sumber daya ikan di perairan umum daratan, serta teknik budidaya yang belum optimal. Pemerintah daerah terus mendorong kolaborasi lintas sektor, penguatan regulasi, serta pendampingan Pokdakan melalui berbagai program strategis, termasuk dukungan ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, salah satunya dari peserta yang menanyakan peluang pasar ikan dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Narasumber menjelaskan bahwa koordinasi lebih lanjut diperlukan bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena kewenangan berada di luar dinas perikanan. Beberapa peserta juga menyampaikan catatan penting mengenai perlunya proses administrasi yang lebih sederhana serta dukungan modal memadai untuk menunjang kerja sama dengan SPPG. Menjelang akhir acara, moderator menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta, dan berharap hasil sarasehan menjadi dasar tindak lanjut lintas instansi. Kegiatan sarasehan ditutup dengan harapan terwujudnya penguatan sektor perikanan yang lebih berdaya saing di Kabupaten Ngawi.

Wartawan: Abdul Ghofar 
Editor: A Febri TH
image_pdf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*