PRESSINDO_NGAWI | Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Ngawi terus memperkuat infrastruktur dasar di wilayah permukiman pada tahun 2025. Salah satu fokus utama yang menjadi prioritas adalah penyediaan air minum yang layak dan aman bagi masyarakat, terutama di wilayah yang rawan kekeringan.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman Disperkim Ngawi, Pipit Dwi Herlina, menjelaskan bahwa penyediaan akses air minum menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi kerentanan saat musim kemarau.
“Program permukiman tahun ini kami arahkan pada penyediaan air minum yang layak, aman, dan berkelanjutan. Masyarakat sangat berharap adanya infrastruktur yang memadai, terutama untuk menjamin ketersediaan air di musim kering,” ujar Pipit, Rabu 6/8/2025.
Program ini dijadwalkan mulai dilaksanakan pada bulan September 2025, dengan dua wilayah utama yang menjadi prioritas yakni Desa Campurasri dan Desa Sriwedari. Kedua desa ini dipilih karena dinilai memiliki kebutuhan mendesak akan layanan air minum serta masuk dalam kategori wilayah padat penduduk yang belum sepenuhnya terlayani sarana air bersih.
Namun, pelaksanaan program di lapangan tidak tanpa kendala. Menurut Pipit, salah satu tantangan yang dihadapi adalah kondisi geologis di beberapa titik yang masuk dalam wilayah non-CAT (Cekungan Air Tanah), sehingga potensi sumber air tanah di wilayah tersebut dinilai kurang optimal.
“Tantangannya, ada daerah yang bukan wilayah cekungan air tanah. Maka kami harus lebih cermat dalam menentukan titik-titik sumber air yang bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Meski begitu, Disperkim tetap menargetkan agar masyarakat di wilayah sasaran memiliki akses langsung terhadap layanan air minum yang berkelanjutan, termasuk pada masa musim kemarau. Program ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target besar Pemkab Ngawi dalam menyediakan hunian dan lingkungan yang layak bagi seluruh warga.
Wartawan: Fatkhul Mu'anam Editor: A Febri TH

