PRESSINDO_NGAWI | Dalam rangka mendukung kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) serta penanaman 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi menggelar Pelatihan Tari bagi Pendidik PAUD. Kegiatan ini diikuti oleh para guru PAUD se-Kabupaten Ngawi dan menghadirkan Hj. Sri Widayati dari Sanggar Sri Budaya sebagai narasumber utama.
Pelatihan yang mengusung judul tarian “Beksan Ngawi Ramah” ini bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan tari kepada para guru, agar dapat diaplikasikan dalam proses pembelajaran anak usia dini. Tarian tersebut diciptakan dengan mengusung nilai-nilai lokal yang mencerminkan keramahan, keceriaan, dan semangat kebangsaan yang diharapkan dapat ditanamkan sejak dini kepada anak-anak.

Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi, Ragandi, saat ditemui wartawan Presisi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk memberikan stimulasi motorik kepada anak melalui aktivitas seni. “Dengan menari, anak tidak hanya bergerak secara fisik, tetapi juga belajar ekspresi, disiplin, dan kerja sama. Ini sangat penting untuk menunjang perkembangan mereka secara menyeluruh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ragandi menambahkan bahwa pengenalan tari tradisional sejak usia dini juga merupakan upaya untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap budaya bangsa. “Kami berharap dengan pelatihan ini, guru PAUD dapat menjadi agen pembentuk karakter generasi yang kuat, cinta budaya, dan memiliki nasionalisme tinggi,” pungkasnya.
Wartawan: Abdul Ghofar Editor: A Febri TH

