PRESSINDO_NGAWI | Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Kabupaten Ngawi berlangsung meriah dan penuh semangat kolaborasi, Kamis (12/12). Kegiatan yang mengusung tema “Satukan Aksi Basmi Korupsi” ini digelar dengan melibatkan jajaran pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pelajar, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat.
Acara dibuka secara resmi dengan simbolisasi pemukulan tombol bersama oleh jajaran pimpinan daerah yang mengenakan kaos bertuliskan HAKORDIA 2025. Latar panggung menampilkan sejumlah tokoh penegak hukum sebagai representasi komitmen pencegahan dan pemberantasan korupsi. Kehadiran tamu undangan dan peserta yang memadati lokasi semakin menegaskan tingginya antusiasme publik terhadap agenda nasional ini.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga memerlukan peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Ia menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam tata kelola pemerintahan, terutama pada pelayanan publik yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“pemberantasan korupsi harus dimulai dari keberanian untuk berintegritas, transparan, dan akuntabel dalam setiap lini pemerintahan. Mereka juga menekankan pentingnya pendidikan antikorupsi sejak dini agar masyarakat semakin sadar akan bahaya praktik korupsi yang dapat menghambat pembangunan.” Terangnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Hakordia 2025 sebagai momentum memperkuat kesadaran kolektif dalam memerangi praktik korupsi sejak dini. “Pendidikan karakter dan pemahaman antikorupsi, harus terus diperkuat agar generasi muda terbentuk menjadi pribadi berintegritas dan berani menolak segala bentuk penyimpangan.” Pungkasnya Wakil Bupati Ngawi.
Acara ini menjadi salah satu rangkaian kampanye antikorupsi yang bertujuan membangun sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Dengan semangat “Satukan Aksi Basmi Korupsi”, Wakil Bupati berharap Ngawi dapat menjadi daerah yang bersih, maju, dan bebas dari praktik korupsi.
Wartawan: Abdul Ghofar Editor: A Febri TH

