PRESSINDO_NGAWI I Petani tembakau di Kabupaten Ngawi saat ini mulai memasuki masa panen tembakau tahun ini. Dengan luas areal tanam yang mencapai kurang lebih 2.000 hektare, petani berharap hasil panen mampu memberikan keuntungan setelah melalui proses budidaya dan perawatan selama beberapa bulan.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Ngawi, Sojo, mengatakan bahwa petani selama proses budidaya telah melakukan perawatan tanaman sesuai prosedur dan arahan yang diberikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi.
“Dalam melakukan perawatan tanaman tembakau, kami lakukan sesuai dengan prosedur yang diberikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi. Saat ini kami hanya menanti harga pada waktu panen yang bisa menguntungkan petani,” ujar Sojo.
Namun, memasuki masa panen, harga tembakau disebut mulai mengalami penurunan. Sojo menyampaikan, untuk tembakau dengan kualitas top grade, sebelumnya harga sempat berada di kisaran Rp47.000 per kilogram.
Menurutnya, selain persoalan harga, kondisi cuaca juga menjadi salah satu tantangan bagi petani. Cuaca panas ekstrem yang terjadi selama masa pertumbuhan tanaman berdampak terhadap tingkat kesuburan tanaman karena kondisi lahan menjadi terlalu kering.
“Alhamdulillah hasilnya cukup, kalau dari sisi harga. Tetapi adanya cuaca panas yang ekstrem juga mempengaruhi kesuburan tanaman karena terlalu kering,” jelasnya.
Sojo menambahkan, musim panen tahun ini menjadi momentum penting bagi tembakau Ngawi, khususnya tembakau yang selama ini dikenal di pasar dengan sebutan tembakau Karangjati. Menurutnya, produk tembakau Karangjati mulai mendapatkan kepercayaan dari pasar luar daerah.
“Ini momentum tembakau Karangjati, karena pasar tembakau di Ngawi cenderung disebut Karangjati, mulai mendapatkan kepercayaan dari pasar luar. Harapannya momentum ini bisa terus terjaga sehingga kita mendapatkan kesempatan memasarkan produk tembakau Karangjati tanpa kesulitan,” katanya.
Para petani berharap kepercayaan pasar terhadap tembakau Ngawi dapat terus dipertahankan. Di sisi lain, stabilitas harga menjadi hal penting agar peningkatan kualitas dan perluasan pasar juga diikuti dengan peningkatan kesejahteraan petani.
Dengan memasuki masa panen, perhatian kini tertuju pada perkembangan harga di tingkat petani dan sejauh mana pasar mampu menyerap produksi tembakau Ngawi tahun ini.
Wartawan:Abdul Ghofar Editor: A Febri LH

