Kam, 01 Okt 2026

DINAS PERTANIAN NGAWI GELAR PERTEMUAN TEKNIS PENGEMBANGAN KOMODITAS UBI JALAR

Foto bersama setelah pertemuan (foto:dok)

PRESSINDO_NGAWI | Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi menggelar Pertemuan Teknis Pengembangan Komoditas Ubi Jalar bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di Agro Techno Park (ATP) Ngawi), Kamis (1/10/2026).
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan komoditas ubi jalar di Kabupaten Ngawi, mulai dari peningkatan produktivitas, penerapan teknologi pertanian, hingga penguatan potensi pengembangan komoditas yang memiliki nilai ekonomi bagi petani.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai potensi ubi jalar di Kabupaten Ngawi, termasuk peluang pengembangan melalui diversifikasi komoditas, penguatan produktivitas, serta penerapan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Ashat Arifin, Direktur Arindo Malang, saat ditemui awak media mengatakan, pengembangan ubi jalar perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, terutama petani, pemerintah, dan stakeholder terkait.
“Pengembangan ubi jalar tidak hanya berbicara mengenai peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana komoditas ini memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Karena itu, diperlukan sinergi serta penerapan teknologi yang sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Arif.
Ia menambahkan, potensi ubi jalar di Kabupaten Ngawi perlu terus dikembangkan melalui pendampingan kepada petani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan akses terhadap teknologi dan pasar.
Pertemuan teknis tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, tenaga teknis, petani, dan pihak terkait dalam membangun pengembangan komoditas ubi jalar di Kabupaten Ngawi secara produktif dan berkelanjutan.

Wartawan Abdul Ghofar 
Edit: A Febri TH
image_pdf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*

*