PRESSINDO_NGAWI | Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ngawi digelar dengan penuh semangat kebersamaan dan khidmah. Acara yang mengusung tema “Menguatkan Khidmah Jam’iyyah untuk Kemandirian Umat dan Kejayaan NU” ini menjadi momentum penting bagi pengurus dan kader NU di seluruh tingkatan untuk memperkuat peran organisasi dalam kehidupan umat dan bangsa.
Dalam sambutannya, Ketua PCNU Ngawi, H. Rudi Tri Wahid, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus Syuriyah, Tanfidziyah, lembaga, badan otonom, dan para kader NU yang hadir. Ia menegaskan bahwa tema yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan panggilan tanggung jawab untuk memastikan NU di Ngawi benar-benar berkhidmah, memberi manfaat, dan menjaga kejayaan umat.
“Organisasi ini ibarat kendaraan. Jika ada onderdil yang macet, maka kendaraan tidak bisa berjalan dengan baik. Begitu juga NU, semua perangkatnya harus berfungsi,” tegas H. Rudi Tri awalhid, Sabtu (04/10/2025).
Ia menambahkan bahwa evaluasi terhadap kinerja pengurus perlu dilakukan secara berkala, minimal setiap empat bulan, dengan melihat tingkat kehadiran, penyelesaian tugas, dan semangat dalam menjalankan roda organisasi.
Dalam upaya memperkuat manajemen organisasi, PCNU Ngawi telah membentuk kelompok kerja (pokja) yang melibatkan unsur Syuriyah dan Tanfidziyah agar sinergi antarstruktur semakin solid. Beberapa wilayah dan lembaga, menurut H. Rudi, masih memerlukan pendampingan intensif agar dapat berkhidmah secara optimal.
Selain itu, Ketua PCNU juga menekankan pentingnya kelengkapan perangkat organisasi sebagai syarat akreditasi dari PBNU. Ia menyebut bahwa sejumlah badan otonom seperti Ansor, Muslimat, dan Fatayat telah menunjukkan kinerja baik, sementara lembaga lain seperti ISNU dan Ishari perlu diperkuat kembali agar mencerminkan identitas khas NU Ngawi.
Dalam hal hubungan dengan pemerintah, H. Rudi menjelaskan bahwa NU akan terus mengambil posisi sebagai mitra strategis yang bersikap akomodatif terhadap kebijakan pro-umat, kritis konstruktif terhadap kebijakan yang menyimpang dari kepentingan masyarakat, serta bertanggung jawab dalam menjaga amanah keummatan.
Menutup sambutannya, H. Rudi mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Muskercab II sebagai tonggak penguatan khidmah dan kemandirian umat.
“Tugas kita adalah mengawal pelaksanaan program kerja di lapangan, memastikan sesuai dengan rencana yang sudah disusun, dan menyesuaikannya dengan kebutuhan umat. Mari bersama kita teguhkan kejayaan NU di Kabupaten Ngawi,” tutupnya.
Dengan semangat tersebut, Muskercab II PCNU Ngawi menjadi ajang konsolidasi penting dalam memperkokoh peran Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan dan sosial yang terus berkhidmah untuk umat dan bangsa.
Wartawan: Abdul Ghofar Editor: A Frebi TH

